Elegi Saat ini

27 Juli 2008

Saat ini mendung menutupi kotaku, langit tak berbitang suram segalanya.

Langit mendung semendung hatiku, serasa buana, bagai berkabung!!

Tiada ku dengar nyanyian burung lagi, semua sepi dan suram

Kepergianmu seiring tangisku, seiring elegi saat ini.

Kini semuanya tinggal kenangan, pahit manis tak kan terlupakan

Derai tangis isak di hati, bibir terkatup membisu

Ku menangis tersedu sendiri, tiada lagi kawan tangis ku…

Selamat jalan … semoga jumpa lagi, lain waktu kita jumpa lagi.

Raksasa Terluka

6 Mei 2008

DASSSYAAT,,,,,, “seperti mau kiamat rasanya”, itulah yang dirasakan masyarakat yang bermukim di kawasan penyanggah Cagar Alam Cycloop (CAC) dan daerah sekitar kota Sentani. Batu gunung berukuran raksasa meng-gelundung dari puncak dan tebing gunung bersama pasir,tanah dan air, menyapu pohon-pohon berdiameter besar, rumah penduduk dan tiga jembatan besar yang menghubungkan Abepura dengan Kota Sentani. Read the rest of this entry »

Ritual “Sasi” dengan menancapkan batas lokasi pencarian ikan dengan menggunakan batang pohon kayu besi pantai (suang teka) adalah ritual yang dianggap suci dan sakral. Siapa yang mencabut atau melanggar bisa fatal akibatnya. Seperti apa ritual tersebut? Read the rest of this entry »

Keinginan memajukan daerah selalu ada pada masing-masing kita, namun keputusan yang diambil untuk membangun terkadang hanya meninggalkan cerita sedih dan air mata. Tidak sedikit dusun sagu yang hanya tinggal cerita, karena telah ditumbuhi banyak gedung besar. Sisa-sisa pohon sagu masih dapat kita jumpai juga di tepi jalan utama ketika menyusuri ruas jalan Kabupaten Jayapura, yang memasuki Sentani – Depapre dan Genyem. Read the rest of this entry »